Rabu, 27 September 2017

Hukum Nikah Siri Dalam Agama Islam




Assalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Baru-baru ini sempat viral berita tentang website nikahsirri admin sendiri belum mengerti isi dari website itu apa intinya website tersebut mencoba untuk menikahkan dua pasangan secara siri.

Nikah Siri adalah pernikahan yang tidak didaftarkan pada pengadilan agama (KUA) atau bisa disebut dengan pernikahan rahasia. Pernikahan siri juga dapat diartikan pernikahan yang dilakukan dengan tidak adanya wali nikah atau ada ketidaksetujuan dari pihak keluarga.

Dalam Islam pernikahan siri diperbolehkan,  tetapi harus memenuhi syarat dan rukunnya. seperti : adanya wali nikah, adanya 2 orang saksi yang adil, serta adanya ijab dan kabul. Jika pernikahan siri itu dilakukan tanpa adanya wali nikah, maka pernikahan tersebut dianggap tidak sah dalam agama.

Pernikahan siri memang sah di mata agama tetapi tidak sah di mata hukum, karena tidak tercatat dalam lembaga resmi KUA.  Tetapi Pernikahan  siri ini tidak dianjurkan karena selain anak yang tidak terlindungi haknya, negara juga tidak dapat melakukan perlindungan hukum kepada pelaku pernikahan siri, terutama kepada istri apabila terjadi KDRT atau pada saat suami tidak memberikan nafkah yang sesuai kepadanya. Selain itu, dapat mempersulitkan pengurusan administrasi terutama pada sang anak.

Nikah Siri Ada Dua Bentuk: 

Pertama, nikah siri tanpa adanya wali yang sah dari pihak wanita. 

Kalau Nikah siri ini, statusnya tidak sah, Karena syarat sah nikah adalah harus adanya wali dari pihak wanita. Di antara dalil yang menegaskan haramnya nikah tanpa wali yaitu:

Dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Wanita manapun yang menikah tanpa izin wali, maka nikahnya batal.” (HR. Ahmad, Abu daud, dan baihaqi).


Kedua, Nikah di bawah tangan, artinya tanpa adanya pencatatan dari lembaga resmi negara (KUA).

Nikah seperti ini hukumnya sah dimata agama, selama memenuhi syarat dan rukun nikah.
Hanya saja, pernikahan siri ini sangat tidak dianjurkan, karena mempunyai beberapa alasan yaitu:

1 pemerintah telah menetapkan aturan agar semua bentuk pernikahan dicatat oleh lembaga resmi,

2. Adanya pencatatan di KUA akan semakin mengikat kuat kedua belah pihak.
3 pencatatan surat nikah memberi jaminan perlindungan kepada pihak istri dan anak

4. memudahkan pengurusan administrasi negara yang lain.

Oleh karena itu, pernikahan yang baik adalah pernikahan yang sah dimata agama dan sah dimata hukum, dan resmi terdaftar dalam negara, sehingga bila terjadi apa-apa dalam peristiwa pernikahan, negara dapat melindunginya.
Disqus Comments